October 31, 2020

Tiga Hal Penting Mengenai Intoleransi Laktosa Bayi

Tiga Hal Penting Mengenai Intoleransi Laktosa Bayi

Meningkatkan imun bayi dapat dilakukan dengan memberikannya asupan susu formula. Tetapi perlu diketahui bahwa setiap produk susu mengandung laktosa yang tidak selalu bisa dicerna oleh bayi. Apabila terlanjur maka akan menyebabkan yang namanya intoleransi laktosa bayi. Agar dapat mencegah, maka Anda sebagai orang tua harus paham pengertian, gejala, dan cara mengatasinya.

 

Apa Itu Intoleransi Laktosa Bayi?

Saat tubuh bayi tidak bisa mencerna kadar gula yang terkandung di dalam susu, kondisi tersebut dinamakan intoleransi laktosa. Ketidakmampuan mencerna kadar gula atau laktosa disebabkan oleh kurangnya enzim laktase dalam usus kecil. Dengan begitu, tubuh bayi akan bereaksi yang ditandai dengan gejala-gejala spesifik.

Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi susu. Sebab, alergi susu berhubungan dengan sistem imun bayi yang salah mengenali protein yang terdapat pada susu tersebut. Sedangkan intoleransi laktosa berhubungan dengan sistem pencernaan.

Terdapat tiga jenis intoleransi laktosa pada bayi antara lain:

  • Intoleransi Bawaan

Kasus ini biasanya sangat jarang terjadi pada bayi. Penyebab utamanya adalah rendahnya produksi enzim laktase sejak lahir. Sehingga bayi sangat rentan terhadap kadar gula pada produk susu yang masuk ke tubuh.

  • Intoleransi Primer

Jenis intoleransi primer terjadi karena berkurangnya enzim laktase pada usus. Hal yang menjadi pemicunya adalah makanan bayi yang semakin beragam. Saat asupan makanan sudah bukan hanya susu, maka dapat menurunkan enzim laktase.

  • Intoleransi Sekunder

Pada jenis intoleransi sekunder, berkurangnya enzim laktase disebabkan oleh gangguan pencernaan. Bisa juga terjadi karena operasi usus sehingga harus dibedah.

 

Tanda-Tanda Intoleransi Laktosa Pada Bayi

Beberapa hal yang menandakan bayi Anda mengalami intoleransi laktosa antara lain:

  • Bayi mengalami sakit perut dan kembung karena adanya peningkatan asam dan gas;
  • Bayi mengalami sembelit yang menyebabkan dia kesulitan BAB;
  • Bayi menderita diare karena laktosa memicu peningkatan air dalam usus besar;
  • Bayi tiba-tiba lemas dan mudah rewel

 

Cara Mengatasi Intoleransi Laktosa Bayi

 

  1. Konsultasi ke Dokter

Penanganan terbaik untuk mengatasi intoleransi laktosa adalah memeriksakan bayi ke dokter. Nantinya, dokter akan memeriksa feses bayi. Mulai dari tekstur, bentuk, bau, dan seberapa sering dikeluarkan. Pada umumnya, dokter melakukan tes pernapasan juga. Namun, hal tersebut tidak dilakukan pada bayi karena kurang sesuai.

  1. Hindari Makanan Berbahan Susu

Saat bayi mengalami intoleransi laktosa, jangan dulu beri asupan susu formula. Selain itu, hindari juga memberinya makanan atau minuman lain yang berbahan dasar susu misalnya biskuit bayi. Sebagai gantinya, beri asupan ASI lebih sering, susu kedelai atau susu beras. Sebab kandungannya lebih aman bagi pencernaan bayi.

Intoleransi laktosa bayi memang bukan kasus yang baru ataupun langka. Tetapi bukan berarti tidak membahayakan bagi si kecil. Kondisi tersebut dapat semakin parah ditandai dengan diare yang mengeluarkan darah. Selain itu, berat badan bayi akan terus berkurang sehingga perkembangannya terhambat. Maka harus mencegahnya dengan rutin memberi ASI ekslusif dan hindari memberi susu formula yang hypoallergenic.