December 4, 2020

Mendeteksi Gejala Sakit Ginjal Melalui Kondisi Urine

Mendeteksi Gejala Sakit Ginjal Melalui Kondisi Urine

Mendeteksi gejala sakit ginjal melalui kondisi urine merupakan salah satu cara sederhana untuk mengetahui kesehatan ginjal seseorang. Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh.

Perlu anda ketahui, ginjal adalah bagian dari saluran kandung kemih yang memiliki fungsi untuk menyaring kotoran dari darah serta membuangnya bersama dengan urine. Maka apabila terjadi gangguan terhadap fungsi ginjal, warna urine penderita sakit ginjal tampak berbeda dari biasanya.

Cara Mendeteksi Gejala Sakit Ginjal Melalui Kondisi Urine

Selain dengan periksa tekanan darah serta kadar gula darahnya, perubahan warna urine juga dapat jadi salah satu ciri penyakit ginjal kronik atau gagal ginjal.

Selain itu, pada orang yang mengalami gangguan ginjalnya, intensitas ataupun jumlah air seni yang dikeluarkan pun akan berkurang atau sedikit. Sayangnya hal tersebut sering tidak disadari oleh sebagian besar orang, kecuali telah mengeluarkan darah.

Menurut pakar kesehatan asal Fakultas Kedokteran UI, yakni dr. Parlindungan Siregar, SpPd-KGH menyatakan bahwa mendeteksi gejala sakit ginjal lewat urine merupakan salah satu cara paling sederhana.

Pada orang yang sehat akan memiliki warna urine kuning jernih sampai kuning pucat. Sedangkan untuk warna lain atau warna yang lebih keruh, terdapat kemungkinan bahwa ginjal anda mengalami masalah.

Tanda-Tanda Ginjal Bermasalah Kondisi Urine

Berikut ini beberapa tanda yang dapat anda gunakan untuk mendeteksi gejala sakit ginjal melalui kondisi urine, antara lain:

Buang Air Kecil Lebih Sering

Ginjal merupakan organ yang menghasilkan urine. Maka ketika terjadi gagal ginjal, warna urine akan berubah. Selain itu, kemungkinan penderita akan mengalami buang air kecil yang lebih sering atau bahkan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya, dengan warna urine yang lebih pucat pada malam hari.

Nyeri Saat Kencing

Timbulnya rasa nyeri saat buang air kecil juga dapat menandakan adanya gangguan pada fungsi ginjal. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor.

Rasa nyeri saat buang air kecil dapat terjadi dengan adanya gangguan pada kandung kemih. Kebiasaan sering menahan kencing juga dapat memicu timbulnya rasa nyeri saat buang air kecil.

Jumlah Urine

Cara mendeteksi gejala sakit ginjal melalui kondisi urine selanjutnya adalah dengan mengamati jumlah urine.

Saat mengalami gangguan fungsi ginjal, jumlah air kencing yang dikeluarkan akan lebih sedikit dari hari-hari biasanya. Akan tetapi, jika gangguan fungsi ginjal terjadi pada tahap awal, pada umumnya hal ini tidak akan begitu terasa.

Urine Berbusa atau Berbuih

Urine dalam kondisi berbusa atau berbuih disebabkan oleh jumlah protein di atas normal di dalam urine. Hal ini dimungkinkan telah terjadi kebocoran pada protein yang tercampur keluar bersama urine.

Warna Urine

Apabila warna urine penderita sakit ginjal mulai berwarna kemerahan, ungu, hingga kecoklatan atau lebih mirip dengan minuman bersoda, maka kemungkinan hal ini, urine telah bercampur darah dari adanya sebuah infeksi.

Infeksi ini disebabkan kebiasaan menahan kencing atau buang air kecil yang jarang. Dapat dikatakan pula jumlah air kecil yang lebih sedikit dari biasanya.

Urine Berubah

Mendeteksi gejala sakit ginjal dapat ditandai dengan perubahan pada urine. Jika gangguan ginjal dipengaruhi oleh penyakit diabetes, maka urine yang dihasilkannya akan cepat mengundang semut.

Tidak hanya kandungan urine yang dihasilkan, penderita seringkali buang air kecil dengan frekuensi meningkat. Begitu pula yang terjadi pada penderita batu ginjal, urine yang dihasilkan akan terlihat terdapat kristal batuan dengan ukuran kecil.

Selain mendeteksi gejala sakit ginjal melalui kondisi urine, maka para penderita sakit ginjal juga harus mewaspadai gejala lain yang mungkin timbul. Hal penting lain yang harus anda lakukan adalah selalu menjaga kesehatan organ ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat.